Wednesday, June 12, 2013
Contoh Use Caase Diagram
berikut ini adalah contoh use case diagram dari Peraturan Menteri komunikasi dan Informatika Nomor: 01/p/m. kominfo/03/2008
»» READMORE...
Multithreading
Multithreading mengacu kepada dua atau lebih task (tugas, thread) yang
berjalan (sedang dieksekusi) di dalam satu program. Thread merupakan
suatu path eksekusi independen di dalam program. Banyak thread dapat
nerjalan secara konkuren (berbarengan) di dalam program. Setiap thread
di dalam Java dibuat dan dikendalikan oleh kelas java.lang.Thread. Suatu
program Java dapat mempunyai banyak thread, dan thread-thread ini dapat
berjalan secara bersamaan, secara asinkron atau sinkron.
Multithreading mempunyai beberapa keuntungan, dibandingkan multiprocessing, di antaranya:
Pembuatan Thread
Terdapat 2 (dua) cara membuat thread di dalam Java:
»» READMORE...
Multithreading mempunyai beberapa keuntungan, dibandingkan multiprocessing, di antaranya:
- Thread bersifat lightweight, sedangkan proses lebih berat. Perlu diketahui bahwa proses adalah program yang sedang berada di memory atau processor, sedang dieksekusi. Thread dapat diartikan sebagai anak dari proses.
- Thread-thread berbagi pakai ruang alamat yang sama dan karena itu dapat berbagi pakai data dan kode (instruksi)
- Context switching antar thread biasanya lebih murah daripada antar proses.
- Biaya komunikasi antar thread relatif lebih rendah daripada komunikasi antar proses.
- Thread memungkinkan task-task berbeda dikerjakan secara konkuren.
Pembuatan Thread
Terdapat 2 (dua) cara membuat thread di dalam Java:
- Mengimplementasikan interface Runnable (java.lang.Runnable)
- Menurunkan (extend) kelas Thread (java.lang.Thread)
RPC ( Remote Procedure Call )
RPC adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah
prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakukan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan server. RPC masih menggunakan cara primtif dalam pemrograman yaitu menggunakan paradigma procedural programming.
RPC digunakan untuk administrasi sistem sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya darimna saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.
Cara Kerja RPC
Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenai prosedur tertentu.
Langkah-langkah dalam RPC
»» READMORE...
RPC digunakan untuk administrasi sistem sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya darimna saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.
Cara Kerja RPC
Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenai prosedur tertentu.
Langkah-langkah dalam RPC
- Prosedur client memanggil client stub
- Client stub membuat pesan dan memanggil OS client
- OS client mengirim pesan ke OS server
- OS server memberikan pesan ke server stub
- Server stub meng-unpack parameter-parameter untuk memanggil server
- Server mengerjakan operasi, dan mengembalikan hasilnya ke server stub
- Server stub meng-pack hasil tersebut dan memanggil OS server
- OS server mengirim pesan (hasil) ke OS client
- OS client memberikan pesan tersebut ke client stub
- Client stub meng-unpack hasil dan mengembalikan hasil tersebut ke client
Sunday, June 9, 2013
Rational rose
Rational Rose merupakan sebuah perangkat pemodelan secara visual yang memiliki banyak kemampuan (powerful) untuk pembentukan sistem berorientasi obyek yang menggunakan Unified Modeling Language (UML). UML merupakan bahasa pemodelan yang dapat digunakan secara luas dalam pemodelan bisnis, pemodelan perangkat lunak dari semua fase pembentukan dan semua tipe sistem, dan pemodelan secara umum dari berbagai pembentukan / konstruksi yang memiliki dua perilaku yaitu baik statis maupun dinamis.
Dalam UML, bagian-bagian yang digunakan yaitu: views, diagram, dan elemen model.
- View : View menunjukkan perbedaan dari berbagai aspek-aspek suatu sistem yang dimodelkan. View bukan sebuah graph, tetapi sebuah abstraksi yang terdiri dari beberapa diagram. Hanya dengan mendefinisikan sejumlah view, dimana setiap view menunjukkan aspek yang berbeda dan saling terpisah dari sistem, maka gambaran sebuah sistem secara komplit dapat dibentuk. Rational rose memiliki empat view yaitu: Use case View, Logical View, Component View, dan Deployment View.
- Diagram : Diagram merupakan graph yang menjelaskan tentang isi dari sebuah view. UML memiliki beberapa tipe diagram yang berbeda yang dapat digunakan untuk mengkombinasi dalam menyusun semua dari sebuah sistem. Rational Rose 2000, memiliki delapan diagram yaitu: Use case diagram, Sequence diagram, Collaboration diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Statechart Diagram, Component Diagram dan Deployment Diagram.
- Elemen Model. Konsep-konsep yang digunakan dalam diagram merupakan elemen-elemen model yang menyatakan konsep-konsep berorientasi obyek secara umum , seperti class, object, dan message, serta hubungan antar konsep-konsep tersebut termasuk association, dependency, dan generelization. Sebuah elemen model digunakan dalam beberapa diagram yang berbeda tetapi selalu memiliki simbol dan arti yang sama.
Komponen utama GUI dari Rational Rose:
1. Standard toolbar
2. Browser
3. Diagram window
4. Diagram toolbar
5. Documentation windows
6. Spesification
7. Elemen Model (icon)
lanjutan
Subscribe to:
Posts (Atom)